REPUBLIKA.CO.ID, LONDON— Mantan Menteri Luar Negeri Inggris William Hague memperingatkan campur tangan Presiden AS Donald Trump dalam perang melawan Iran dapat berubah menjadi kesalahan strategis yang tak termaafkan. Dalam kedua perang tersebut, menurut penulis, Trump berasumsi bahwa pihak yang lebih lemah dalam konflik tidak punya pilihan selain menerima kekalahan yang memalukan. Padahal Ukraina tidak perlu mengalami hal itu jika mendapat dukungan yang cukup, dan rezim Iran tidak berniat menyerah. Akibatnya, ini merupakan kesalahan strategis dari Gedung Putih dalam skala yang mengejutkan. Pilihan terbatasMantan menteri tersebut menjelaskan Trump telah melakukan kesalahan strategis besar karena terlibat dalam perang dengan Iran hanya untuk menunjukkan kekuatan, sementara Rusia memanfaatkan gejolak harga minyak, dan China semakin kuat di bidang strategis dan ekonomi.
Source: Republika April 01, 2026 00:49 UTC