Melihat data Impuls Response Function (IRF), tekanan dari sesama EM dan juga kebijakan AS jelas terefleksi pada volatilitas rupiah. Temuan ini diperkuat tes Forbes Riggobon oleh Handika (2018) yang menyatakan, tidak ada hubungan contagion EM dan AS pada rupiah. Meski perlu diakui, efek guncangan dari neraca akun semasa memberikan kelembaman cukup besar pada depresiasi rupiah. Lebih lanjut, dengan faktor ekspektasi juga lebih banyak dipantik data neraca akun semasa, maka permasalahan ini perlu segara diselesaikan. Melihat nasib rupiah sekarang, tentu tak lepas dari kelalaian membangun infrastruktur penopang industri serta peningkatan kualitas tenaga kerja.
Source: Republika September 17, 2018 06:11 UTC