Namun, seiring dengan perkembangan Islam di Sri Lanka, jumlah jamaah shalat di Masjid Jamiul Alfar terus bertambah. Maka, di tahun 1975, dilakukan perluasan terhadap bangunan masjid, yakni dengan membangun gedung tambahan yang berdekatan dengan bangunan lama masjid. Dengan perluasan tersebut, kini kapasitas keseluruhan bangunan masjid mampu menampung sekitar 5.000 jamaah secara bersamaan, dan menjadikan Masjid Jamiul Alfar sebagai masjid terbesar di Sri Lanka. Setelah membebaskan lahan pusat perbelanjaan tersebut dan membayarkan ganti rugi kepada 32 pemilik toko, kini proses perluasan tahap kedua bangunan Masjid Jamiul Alfar tengah dilakukan. Selain menjadi tempat ibadah dan mempelajari Islam, bangunan Masjid Jamiul Alfar juga memainkan peran penting lainnya dalam tatanan kehidupan sosial.
Source: Republika November 02, 2016 11:30 UTC