Zulfa menolak mengikuti pelajaran agama Islam karena dia penganut aliran Penghayat Kepercayaan. “Diingatkan kalau putranya tidak bersedia mengikuti pelajaran praktek agama Islam, maka tidak ada nilai pelajaran agama Islam, maka dampaknya putranya tidak naik kelas,” kata Sudarmanto. Untuk keinginan Zulfa bisa naik kelas XII, tidak bisa dipenuhi. Sudarmanto menyatakan karena Zulfa tidak memiliki nilai pelajaran agama sehingga tidak bisa naik kelas. Jika salah satu mata pelajaran tidak ada nilainya, sulit bagi siswa tersebut bisa naik kelas.
Source: Koran Tempo July 31, 2016 08:48 UTC