Masyarakat akhirnya lebih banyak menghabiskan waktu mencari ‘suaka’ ke dunia virtual di mana mereka bisa bersalin rupa menjadi avatar sekeren apapun yang mereka idamkan dan bergabung dengan game apapun yang mereka inginkan. Maka rombongan kelompok Parzifal —dengan tambahan duo Jepang Daito (Win Morisaki) dan Shoto (Philip Zhao)— saling bersaing dan kejar mengejar dengan anak buah Nolan yang berada di setiap titik, baik di jagat Oasis maupun di dunia nyata. Ini memang sebuah film bagi para ‘nerd’ penggemar game, penggemar “hidup” di luar “kehidupan nyata” yang dianggap suram dan menyedihkan. Perkawinan adegan adegan-adegan kenyataan dan dunia virtual ganti berganti dengan mulus, meski secara sengaja Spielberg menyajikan dunia Oasis secara dominan. Namun film ini memang untuk mereka yang bermain dan mencari Oasis; sementara Spielberg secara tak langsung mengingatkan bahwa Oasis tak akan pernah ada di dalam hidup nyata.
Source: Koran Tempo April 10, 2018 07:18 UTC