Dia berharap dampak kerusuhan Wamena tak merusak harmoni lintas etnis di distrik yang dipimpinnya. Padahal, Hubikiak adalah distrik tempat bermukim ribuan pendatang dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Jawa yang berdampingan dengan warga setempat. Sedangkan ribuan warga, mayoritas non-Papua, mengungsi dan meninggalkan Wamena. Biasanya, setelah selesai apel, pria 38 tahun yang sudah dua periode memimpin Hubikiak tersebut akan mencurahkan waktu untuk melayani masyarakat. Mereka meninggalkan Hubikiak, meninggalkan Wamena yang sudah jadi tempat tinggal.
Source: Jawa Pos October 28, 2019 04:07 UTC