REPUBLIKA.CO.ID, oleh Rr Laeny Sulistyawati, Indira Rezkisari, AntaraPersetujuan penggunaan darurat atau Emergency Use of Listing (EUL) untuk vaksin Sinovac dari WHO menepis keraguan akan keefektifan vaksin Covid-19 yang dibuat oleh China. Sinovac menjadi vaksin Covid-19 ke-delapan yang meraih EUL dari WHO. Ia mengatakan WHO selama ini hanya menerima vaksin dengan keefektifan di atas 50 persen untuk disetujui sebagai vaksin Covid-19. Tjandra mengatakan hasil penelitian pendahuluan di Manaus, Brasil, melaporkan vaksin Sinovac memiliki efektivitas 49,6 persen terhadap varian baru SARS-CoV-2 bernama P1. Sang pasien yang berusia 63 tahun sebelumnya menolak diinjeksi vaksin Sinovac saat Proyek S digelar di Serrana.
Source: Republika June 03, 2021 04:10 UTC