Padahal hingga saat ini pasar anak-anak Indonesia masih dibanjiri mainan asal Tiongkok. Ketua Asosiasi Mainan Indonesia (AMI) Sutjiadi Lukas mengungkapkan, pertumbuhan anak Indonesia lahir setiap tahun sebanyak 4,5 juta anak. Sekarang dengan kebijakan SNI makin ketat diberlakukan, masih ada 1000-1200 kontainer mainan Tiongkok yang membanjiri pasar mainan di Indonesia. Sekretaris Jenderal Asosiasi Importir Mainan Indonesia (AIMI) Taufik Mampuk mengungkapkan alasan mengapa Indonesia masih harus impor mainan asal Tiongkok. Pameran ini juga didukung oleh kementrian perindustrian, Asosiasi Mainan Indonesia (AMI), Asosiasi Importir Mainan Indonesia (AIMI), Asosiasi Penggiat Mainan Edukatif dan Tradisional Indonesia (APMETI) Asosiasi Pengusaha Teknologi dan Informasi Nasional (APTIKNAS) dan Asosiasi System Integrator dan Security Indonesia (ASISINDO).
Source: Jawa Pos July 27, 2017 12:22 UTC