Keduanya membicarakan seputar virus corona dan sebuah cairan antibodi herbal yang diklaim bisa menyembuhkan ribuan pasien virus corona Covid-19. Kasus Anji tersebut dinilai hanya sebagian kecil dari semakin banyaknya orang berbicara di muka publik, meski tak sesuai kapasitasnya. Baca juga: Video Wawancara Anji dan Hadi Pranoto Tuai Kontroversi hingga Dihapus YouTubePenyebabnyaSosiolog Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta Drajat Tri Kartono mengatakan, ada tiga faktor di balik semakin maraknya orang berbicara di luar kapasitasnya. Menurut Drajat, ketidakpastian terkait virus corona ini memunculkan berbagai spekulasi, baik berbasis ilmu maupun informasi yang berlanjut. "Seperti kasus Anji itu, dia melanjutkan informasi dari 'pakar', pakar ini sudah diuji atau tidak, bagi dia tidak penting.
Source: Kompas August 03, 2020 12:11 UTC