Kelemahan utama dari pendekatan ini: raibnya prinsip-prinsip asali lantaran ia tak dapat dihitung sekaligus tak dapat dikonversi menjadi angka. Padahal situasi konkret yang dihadapi tidak sekadar disusun atas prinsip-prinsip kewarganegaraan (demos) yang hakiki, tapi juga sifatnya yang dinamis dari menit ke menit. Sikap arogan yang dengan ceroboh mewakilkan partisipasi dinamis pada angka-angka survei berjilid-jilid sebelum ataupun seusai pemilu telah menafikan artikulasi peran kewargaan sebagai pilar yang independen dan mampu berontak. Semuanya dimasukkan ke tabulasi angka, sedangkan makna-makna, diskursus, deliberasi, dialektika, dan penghayatan terhadap nilai-nilai politik diasumsikan hilang. Sambil melawan gegap gempita berhala atas angka-angka ini, harus ada kesegaran dan kejelasan posisi yang ditawarkan untuk menafsir kembali realitas yang telanjur dikerutkan.
Source: Koran Tempo April 18, 2019 00:22 UTC