REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penelitian baru di Inggris telah menemukan bahwa pasien serangan jantung yang sudah menikah memiliki kesempatan bertahan lebih baik daripada mereka yang masih lajang. Pasien dikategorikan sebagai lajang, menikah, bercerai, atau janda, kemudian tim menemukan mereka yang memiliki serangan jantung secara keseluruhan ada 25.287 orang. Pasien yang sudah menikah sekitar 14 persen lebih mungkin daripada pasien lajang untuk bertahan hidup setelah mengalami serangan jantung. Dibandingkan dengan mereka yang lajang, pasien yang menikah memiliki kolesterol tinggi 16 persen lebih mungkin untuk bertahan hidup, pasien menikah dengan memiliki riwayat diabetes dengan prevalensi 14 persen lebih banyak, dan pasien yang sudah menikah dengan tekanan darah tinggi mendapat manfaat dari 10 per persen kelangsungan hidup yang lebih tinggi. Penelitian sebelumnya telah menyarankan efek menguntungkan dari perkawinan pada tingkat kelangsungan hidup setelah serangan jantung.
Source: Republika August 30, 2017 11:59 UTC