REPUBLIKA.CO.ID, REPUBLIKA -- Bencana gempa, tsunami, dan likuefaksi yang terjadi di Kota Palu, Sulawesi Tengah, memunculkan wacana peninjauan ulang kota tersebut sebagai ibu kota. Peneliti Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Muzli mengusulkan agar ibu kota Sulawesi Tengah dipindah dari Palu. Muzli menjelaskan Palu berada di garis sesar Palu Koro. Bahayanya, kata Muzli, jika endapan sedimen tebal maka akan mengakibatkan terjadinya likuifaksi atau pencairan tanah. Tak hanya itu, menurutnya, endapan sedimen mudah sekali bercampur dengan air, dan tanah di bagian bawah yang keras menjadi landasan tergelincirnya sedimen yang bercampur air.
Source: Republika October 13, 2018 22:07 UTC