Pemuda berusia 22 tahun itu memiliki tekad sekuat baja untuk terus menjadi penjaga Kalimatullah yang tertuang di dalam Alquran. Mau itu tunanetra atau bukan, semuanya bisa menjadi penghafal Alqur'an," kata Hadian. Bahkan, dengan kekurangan yang dimilikinya, Hadian mampu mengubah itu semua menjadi keunggulan dibanding dengan peserta dewasa lainnya. Hadian mengatakan, telah banyak sekali manfaat dan hal-hal ajaib yang Ia rasakan semenjak memutuskan diri untuk menjadi penjaga Al quran. Menurut Aher, para penghafal Alquran juga memiliki kelebihan tersendiri yang siapa pun bisa menjadi bagiannya asalkan punya tekad yang kuat.
Source: Republika April 16, 2017 09:45 UTC