Kapal-kapal penumpang berlayar lebih sering, penginapan baru bermunculan di sudut-sudut pulau, dan media sosial terus mengalirkan konten tentang keindahan Karimunjawa kepada jutaan pasang mata yang kemudian tergerak untuk datang. Pariwisata tumbuh pesat, dan pada permukaan, pertumbuhan itu tampak seperti kabar baik. Oleh karena itu, tulisan ini berargumen bahwa tanpa tata kelola wisata yang sungguh-sungguh bertanggung jawab dan berorientasi pada keberlanjutan, keindahan Karimunjawa akan berubah dari sebuah kenyataan hidup menjadi sebuah cerita masa lalu yang hanya bisa kita rindukan. Kerusakan karang berarti hilangnya habitat bagi ratusan spesies ikan, moluska, dan biota laut lainnya yang menjadi bagian dari rantai ekosistem yang lebih besar. Sebagian besar sampah yang berakhir di perairan Karimunjawa datang terbawa arus dari wilayah daratan Jepara dan sekitarnya.
Source: Koran Tempo March 29, 2026 14:09 UTC