Cavusoglu mengunjungi Belanda untuk hadir dalam sebuah aksi mendukung Presiden Recep Tayyip Erdogan di kota Rotterdam. Sedangkan di Turki, gagalnya sang menlu mendarat di Belanda langsung dikecam Presiden Recep Tayyip Erdogan di hadapan ribuan pendukungnya di Istanbul. Pemerintah Belanda dan Turki sedang mencari solusi yang terbaik, sebab Ankara mengabaikan adanya aturan terkait pengumpulan massa besar-besaran. "Sebagian besar warga Belanda keturunan Turki diizinkan memberikan suara dalam referendum terkait perubahan konstitusi Turki," demikian pemerintah Belanda. Ketegangan antara Belanda dan Turki ini terjadi beberapa hari setelah masalah serupa muncul dengan Jerman.
Source: Kompas March 12, 2017 01:34 UTC