JawaPos.com – Program Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mengoptimalisasi pemanfaatan lahan rawa menjadi area pertanaman produktif untuk komoditas padi merupakan langkah keliru. Kebijakan ini membuktikan ketidakmampuan Menteri Pertanian (Mentan) Amran Andi Sulaiman mencegah alih fungsi lahan yang menjadi faktor utama minimnya lahan tanam, juga realisasi program cetak sawah. “Salah langkah kalau mentan gunakan rawa sebagai lahan pertanian. Hasil kajian Jatam menunjukkan konsesi industri ekstraktif mencakup 19 persen dari lahan pertanian padi Indonesia yang sudah dipetakan. Banyak praktek tanaman monokultur skala luas akan mengancam ekosistem rawa gambut,” ia menjelaskan.
Source: Jawa Pos October 19, 2018 15:56 UTC