Padahal, pada survei Oktober 2017, elektabilitas Jokowi masih di angka 36,2 persen. Lalu, pada survei sebelumnya, April 2017, elektabilitas Jokowi masih mencapai 36,9 persen. Lantas apa yang menjadi modal kekuatan Jokowi untuk menaikkan elektabilitas? Terkait hasil survei tersebut, Menurut Daniel, seharusnya bisa digunakan bagi Presiden Jokowi untuk meningkatkan kondisi ekonomi masyarakat. Menurut Daniel, kebijakan tersebut membuat masyarakat tidak melihat pencapaian yang diklaim pemerintah melalui data Kementerian Pertanian.
Source: Kompas February 23, 2018 06:22 UTC