Saat ini situs pertambangan di Sawahlunto yang terdiri dari Ombilin 1, 2, dan 3 memang tak lagi memproduksi emas hitam. Yenny merasa terpanggil untuk menuangkan data sejarah Kota Sawahlunto ke dalam sebuah buku. Tujuannya sederhana, agar rekaman romansa dan suasana pertambangan di Sawahlunto tak lekang oleh zaman. Selama satu dekade belakangan misalnya, seluruh pemangku kepentingan di Kota Sawahlunto berjuang keras memajukan sektor pariwisata. Penulis juga mengungkapkan transformasi yang dilakukan Pemerintah Kota Sawahlunto yang mencoba membangun industri pariwisata berbasis sejarah tambang.
Source: Republika November 16, 2017 13:30 UTC