REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Otoritas Mesir berada di bawah tekanan setelah mantan Presiden Muhammad Mursi pingsan di pengadilan dan meninggal, Senin (17/6). Ikhwanul Muslimin dan Presiden Turki Tayyip Erdogan merupakan diantara mereka yang menyalahkan kepemimpinan Mesir atas kematian Mursi. Direktur Eksekutif Human Rights Watch Divisi Timur Tengah dan Afrika Utara Sarah Leah Whitson menyatakan melalui Twitter kematian Mursi mengerikan, tetapi sepenuhnya dapat diprediksi. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, yang merupakan sekutu dekat Mursi, menyalahkan 'tiran' Mesir atas kematiannya, dan menggambarkannya sebagai seorang martir. Anggota parlemen Inggris Crispin Blunt, yang memimpin panel politisi yang memperingatkan pada 2018 tentang kondisi kurungan Mursi, menyerukan penyelidikan internasional independen yang memiliki reputasi baik.
Source: Republika June 18, 2019 05:48 UTC