Dengan demikian, pihaknya optimis untuk mengubah pola pikir daripada generasi milenial dari yang memprioritaskan gaya hidup ke investasi aset properti seperti hunian. “Sektor perumahan cukup kuat di dalam market, di mana rumah dianggap sebagai sebuah kebutuhan pokok oleh masyarakat khususnya generasi milenial,” ucapnya. Alex menambahkan, generasi milenial memiliki preferensi tersendiri dalam berbagai hal termasuk dalam memiliki tempat tinggal. Generasi milenial menginginkan lokasi rumah yang dekat dengan kantor, cenderung menyukai kawasan yang menjanjikan untuk berinvestasi properti, dan angsuran kredit rumah yang fleksibel. Selain itu generasi milenial juga menginginkan KPR dengan tenor yang panjang, dan proses pembiayaan yang cepat dan ringkas saat ingin memiliki rumah atau hunian pribadi.
Source: Jawa Pos August 29, 2020 12:56 UTC