JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Badan Koordinasi Mubalig se-Indonesia Dedy Ismatullah mengkritik metode dakwah di Indonesia yang berkembang saat ini. "Dakwah itu harus menjadi tuntunan, bukan tontonan. Hari ini dakwah itu menjadi tontonan. Enggak ada bedanya dengan sinetron," ujar Dedy di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (17/4/2017). Salah satu alasan mengapa ada program itu, para mubalig di Indonesia merasa dakwah bukan lagi bersifat pemersatu, melainkan cenderung memecah belah.
Source: Kompas April 17, 2017 23:22 UTC