JAKARTA, KOMPAS.com - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mendesak pemerintah untuk segera menindak pihak-pihak yang melakukan tindakan tidak terpuji yang berakibat pada langkanya kedelai, seperti penimbunan ataupun melakukan spekulasi. Ketua Bidang Ekonomi PP Muhammadiyah, Anwar Abbas mengatakan, jika benar ada spekulasi dan permainan sepihak, pemerintah harus tegas menghukum sesuai dengan besarnya dampak yang ditimbulkan kepada masyarakat. Tercatat harga kedelai naik dari kisaran awal Rp 7.000 per kilogram menjadi Rp 9.200 - Rp 9.500 per kilogram. "Kalau harga kedelai naik, maka biaya produksi dari para pembuat tempe dan tahu tentu akan meningkat. "Oleh karena itu PP Muhammadiyah meminta pemerintah untuk secepatnya mengatasi masalah ini," ucap dia.
Source: Kompas January 05, 2021 05:03 UTC