Pengadilan Regional Violga di kota Samara menjatuhkan hukuman 18 tahun penjaraREPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Airat Sharikov, seorang laki-laki yang merupakan muslim tatar dan sedang menjalani hukuman penjara karena menjadi anggota kelompok Islam yang dilarang di Rusia melakukan aksi mogok makan. Menurut ibu dari Sharikov, Gulnara Karimova, putranya yang berada dalam penjara di wilayah barat laut rusia, Vologda telah melakukan mogok makan sejak 8 November lalu. Ini adalah sebuah fasilitas yang digunakan oleh penjaga penjara di Rusia untuk menghukum narapidana yang melanggar peraturan internal lembaga pemasyarakatan. Karimova mengatakan karena Sharikov menolak untuk bekerjasama dengan para pengurus penjara, maka ia sering ditempatkan di sel isolasi. Tak hanya itu, para petugas penjara juga telah menolak untuk memberikan dokumen-dokumen putranya itu, termasuk menjelaskan mengapan penahanan di sel isolasi dilakukan.
Source: Republika November 23, 2019 04:30 UTC