Kalimat itu secara nyata hadir termanifestasi dalam diri Djoko Pekik, seorang pelukis senior Indonesia dan mantan tahanan politik masa Orde Baru. Setelah tujuh tahun di penjara, Djoko baru bisa menghirup napas bebas pada 1970-an. Namun, ia baru kembali aktif menjadi seniman sekitar tahun 1990-an dengan membawa karya terkenalnya bernama “Berburu Celeng” yang dibuat pada 1998. Secara sederhana, Djoko lantas bercerita tentang karya tersebut kepada Wisnu Nugroho, Pemimpin Redaksi KOMPAS.com, dalam episode siniar (podcast) Beginu bertajuk “Lukisan Celeng Supaya Sluman, Slumun, Slamet” di Spotify. Baca Juga: Lintasi Waktu, Djoko Pekik Sang Maestro Lukisan Pamerkan Lukisan Bernuansa PandemiSebelum berbicara seputar karya, Djoko terlebih dahulu menuturkan latar belakang karya yang dibuat, “Kan kerja artistik tidak hanya karya seni lukis hanya bisa bicara kepada publik, ya harus berbahasa politik.
Source: Kompas June 16, 2022 06:10 UTC