Akan tetapi, ide tersebut dinilai merepotkan oleh penumpang ojek yang selama ini terbiasa mengandalkan helm yang disediakan pengojek. Menurut Zaenal, helm yang disediakan pengendara ojek memiliki permukaan yang berpotensi disentuh oleh banyak orang. Penumpang ojek sangat berpotensi tertular jika setelah menyentuh helm yang terkontaminasi virus kemudian tangannya memegang bagian-bagian wajah, terutama mulut, hidung, dan juga mata. Selain itu, menurut Rizalinda, virus corona dapat menyebar melalui airborne atau tindakan-tindakan yang menimbulkan aerosol. Virus corona juga menular melalui kontak atau ketika orang bersentuhan dengan cairan tubuh yang keluar melalui saluran napas penderita Covid-19.
Source: Republika June 01, 2020 08:48 UTC