Khotib meneruskan, hasil dari penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa nikotin bukanlah komponen paling berbahaya seperti yang dipersepsikan selama ini. “Komponen kimia yang berada dalam asap rokok, selain nikotin, itu yang lebih berbahaya,” katanya. Sementara itu pada produk tembakau alternatif menerapkan sistem pemanasan, komponen kimia yang berbahaya mengalami penurunan. Makanya kami sampaikan bahwa produk tembakau yang dipanaskan bukan menghilangkan, tapi mengurangi komponen kimia berbahaya,” tuturnya. Dia menjelaskan pada asap rokok, yang terjadi akibat pembakaran tembakau, terdapat sekitar lima ribu bahan kimia berbahaya.
Source: Jawa Pos April 26, 2022 06:07 UTC