Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyampaikan, peningkatan impor tersebut terutama ditopang oleh kenaikan impor nonmigas dan barang modal. “Nilai impor migas sepanjang Januari–Desember 2025 tercatat sebesar US$32,77 miliar atau turun 9,67%, sementara impor nonmigas mencapai US$209,69 miliar atau naik 5,11%,” ujar Ateng dalam konferensi pers, Senin (2/2). Nilai impor barang modal pada 2025 mencapai US$50,13 miliar, meningkat 20,06% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan memberikan andil sebesar 3,56% terhadap total impor. Dari sisi negara asal impor, Ateng menyebutkan peningkatan nilai impor terutama terjadi dari Tiongkok dan Amerika Serikat. “Secara umum, struktur impor 2025 menunjukkan peningkatan peran barang modal, sejalan dengan upaya penguatan kapasitas produksi nasional,” pungkas Ateng.
Source: Media Indonesia February 02, 2026 13:51 UTC