Harga emas melonjak hingga menembus rekor di atas 5.580 dolar AS per ons pada Kamis pekan lalu. Namun, logam mulia tersebut kemudian mengalami penurunan harian terdalam dalam beberapa tahun terakhir pada Jumat dengan anjlok sekitar 9 persen. Selain itu, lonjakan harga emas turut dipicu oleh maraknya pembelian call options, yakni kontrak yang memberi hak kepada investor untuk membeli emas pada harga tertentu di masa depan. Selain itu, Bursa Chicago Mercantile Exchange (CME) pada akhir pekan lalu menaikkan persyaratan margin perdagangan emas dan perak berjangka melalui COMEX (Commodity Exchange, Inc.). Gejolak harga ini memicu perdebatan di kalangan pelaku pasar mengenai apakah reli emas dan perak telah berakhir atau hanya mengalami koreksi sementara.
Source: Republika February 03, 2026 04:43 UTC