TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Bos Nissan Carlos Ghosn menuding keterlibatan Presiden Prancis Macron dalam kasus kerugian aliansi Nissan-Renault. Ia mengatakan bahwa eksekutif Nissan dan pejabat Jepang dikejutkan oleh keputusan pemerintah Prancis untuk meningkatkan hak suaranya di Renault pada tahun 2015. Tak hanya dengan manajemen Nissan, tetapi juga pemerintah Jepang, dan di sinilah masalahnya dimulai," kata Ghosn kepada wartawan, meskipun ia tidak menyebut nama Macron. Langkah itu memungkinkan Prancis untuk memblokir minoritas di Renault, yang pada gilirannya mengendalikan Nissan melalui 43,4 persen sahamnya di perusahaan Jepang. Tapi ketika pejabat Prancis mengatakan 'dianggap tidak bersalah' dan memiliki bahasa tubuh yang mengatakan 'dia bersalah', saya tidak setuju dengan itu," kata Ghosn.
Source: Koran Tempo January 09, 2020 07:41 UTC