REPUBLIKA.CO.ID, NUSA DUA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan indeks literasi dan inklusi keuangan naik signifikan pada Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun depan. Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Tirta Segara mengatakan, OJK menargetkan indeks literasi keuangan naik minimal menjadi 35 persen, sedangkan indeks inklusi naik minimal menjadi 75 persen. Pada survei terakhir yang dilakukan 2016, indeks literasi keuangan tercatat sebesar 21, 84 persen dan indeks inklusi keuangan sebesar 59,74 persen. Tirta menjelaskan, upaya-upaya yang dilakukan oleh OJK dalam mendorong inklusi adalah dengan mendorong literasi keuangan masyarakat. OJK menekankan agar masyarakat selalu mempelajari dengan teliti mengenai produk seperti syarat dan ketentuan yang disampaikan oleh industri jasa keuangan.
Source: Republika October 13, 2018 03:22 UTC