Pandemi Covid-19 ikut menekan okupansi apartemen sewa di Jakarta. REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan konsultan properti Knight Frank Indonesia menyebut tingkat hunian atau okupansi apartemen sewa di Jakarta sepanjang Semester I 2020 rata-rata sebesar 59,8 persen. Rata-rata harga sewa mengalami penurunan secara keseluruhan, tapi yang terbanyak terjadi di apartemen sewa non-servis yang berada di (central business district/CBD) dibandingkan dengan apartemen servis di CBD dan apartemen servis di kawasan premium non CBD. Ia mengatakan angka okupansi apartemen sewa itu bisa dikatakan yang terburuk sepanjang sejarah karena selain pemain yang tidak banyak, mayoritas merupakan operator asing. Masalah lainnya, operator apartemen sewa kini harus bersaing langsung dengan sektor perhotelan yang juga menawarkan layanan menginap dalam waktu lama (long stay).
Source: Republika July 30, 2020 16:18 UTC