Menurut Sales Branch Manager Pertamina Kota Semarang, Alam Kanda Winali, tim gabungan ini mendatangi empat Industri Pangan yang memproduksi kerupuk kulit (rambak) dan ditemukan seluruhnya masih menggunakan LPG 3 kg bersubsidi. “Salah satu usaha yang kami datangi mengaku menggunakan LPG 3 kg hingga 20-30 tabung perhari atau sekitar 650 tabung LPG 3 kg perbulan,” ujar Alam. Ia menambahkan, omzet para pengusaha rambak ini sangat tinggi sehingga tidak dapat dikategorikan sebagai usaha yang berhak menggunakan LPG 3 kg bersubsidi. Dari hasil sidak ke 4 tempat usaha tersebut, ditemukan informasi sebanyak total 1.340 tabung LPG 3 kg bersubsidi digunakan setiap bulannya. “Artinya, jika diberikan secara merata kepada keluarga miskin yang berhak, sebanyak 382 KK bisa mendapatkan LPG 3 kg bersubsidi tersebut,” ungkap Alam.
Source: Suara Pembaruan December 06, 2019 08:37 UTC