“Setelah kami sisir, belanja kementerian dan lembaga saja bisa dihemat Rp 95,7 triliun,” kata Sri, Rabu 1 April 2020. Anggaran stimulus, ujar dia, juga didapatkan dari alokasi transfer daerah yang kurang penting seperti dana alokasi umum. Dari transfer tersebut saja, klaim Sri, bisa memerah anggaran tambahan sebesar Rp 94,2 triliun. Menurut Sri, dari Rp 405,1 triliun tersebut, sebenarnya penambahan belanja untuk penanggulangan corona hanya bertambah Rp 255,1 triliun. Adapun dalam proyeksi APBN 2020 sementara, Kementerian Keuangan mematok penambahan total belanja pemerintah dalam setahun menjadi Rp 2.613,8 triliun dari proyeksi awal Rp 2,540,4 triliun.
Source: Koran Tempo April 01, 2020 21:56 UTC