TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan lahirnya unicorn kelima di Tanah Air, Ovo, semakin mengukuhkan bahwa Indonesia merupakan pusat gravitasi ekonomi digital di dunia. Rudiantara sebelumnya mengumumkan bahwa perusahaan dompet digital Ovo telah menyandang status unicorn karena valuasi perusahaannya telah mencapai lebih dari US$ 1 miliar. Saat ini, valuasi Ovo diduga telah menyentuh US$ 2,9 miliar atau Rp 41 triliun. Laman CB Insight mencatat valuasi OVO tersebut tercatat sejak 14 Maret 2019. Dengan begitu, Ovo menyusul empat entitas lain yang telah menyandang gelar unicorn, seperti Traveloka, Bukalapak, dan Gojek.
Source: Koran Tempo October 07, 2019 00:33 UTC