REPUBLIKA.CO.ID, JUBA -- Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan, setidaknya 120 kasus kekerasan seksual dan perkosaan terhadap warga sipil terjadi di ibu kota Sudan Selatan, Juba. PBB melindungi puluhan ribu orang di Juba dan tempat lain di Sudan Selatan. Sudan Selatan, yang memperoleh kemerdekaan dari SUdan pada 2011 turun ke perang saudara setelah Kiir memecat Machar sebagai wakil presiden pada 2013. Juru bicara PBB Farhan Haq mengatakan misi penjaga perdamaian PBB di Sudan Selatan terus menerima 'laporan kekerasan seksual', termasuk pemerkosaan oleh tentara berseragam dan pemerkosaan oleh pria berpakaian preman terhadap warga sipil, termasuk anak di bawah umur. Pertempuran sengit yang melibatkan tank dan helikopter terjadi di Juba terjadi selama beberapa hari, Pertempuran terjadi antara pasukan setia Presiden Salva Kiir dan mereka yang mendukung wakil Presiden Riek Machar.
Source: Republika July 28, 2016 00:58 UTC