Namun, keinginan Demokrat itu belum tentu diterima oleh PDIP sebagai partai yang memimpin dukungan capres Jokowi. ''Kalaupun ada keinginan itu, bukan berarti langsung diterima PDIP sebagai parpol pengusung Jokowi dan juga parpol pendukung Jokowi lainnya,'' kata Toto kepada Republika.co.id, Sabtu (3/3). Namun, katanya, hal tersebut bukan berarti langsung diterima PDIP sebagai parpol pengusung Jokowi. Parpol pendukung Jokowi lainnya, seperti Golkar dan Nasdem, juga belum tentu menerima keinginan Demokrat tersebut. "Kemungkinan itu ada, tapi tentu saja belum tentu diterima kubu PDIP dan parpol pendukungnya,'' katanya.
Source: Republika March 04, 2018 01:07 UTC