Darmawan menjelaskan, melalui kesepakatan ini PLN, Enjiniring, dan KEPCO akan melakukan perencanaan. Diantaranya meliputi studi dan pengembangan jasa engineering serta konstruksi di bidang ketenagalistrikan, khususnya teknologi co-firing hidrogen dan amonia. Saat ini terdapat 3 pilot project cofiring hidrogen dan amonia, yaitu di PLTU Gresik, PLTU Suralaya, dan PLTGU Priok. Sebelumnya, PLN berhasil menerapkan co-firing atau penggunaan biomassa untuk menggantikan batu bara sebagai bahan bakar di 33 pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). PLN menargetkan penerapan co-firing di 52 lokasi PLTU hingga 2025 dengan total kebutuhan biomassa 10,2 juta ton per tahun.
Source: Jawa Pos November 06, 2022 13:56 UTC