REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Perdana Menteri Turki dan Raja Arab Saudi telah meminta dunia Islam untuk bersatu melawan keputusan AS yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Seperti dilansir Aljazirah, Kamis (28/12), Binali Yildirim dan Raja Salman bin Abdulaziz menekankan pentingnya status Yerusalem dalam sebuah pertemuan di Riyadh pada Rabu. Yildirim dan Salman sepakat bahwa resolusi majelis umum PBB merupakan pesan kuat dari masyarakat internasional. Yerusalem yang merupakan tempat suci bagi umat Islam, Yahudi dan Kristen merupakan isu utama dalam konflik Israel-Palestina. Turki telah mencari hubungan yang lebih dekat dengan Iran dan juga mendukung Qatar selama blokade enam bulan yang diberlakukan terhadap negara Teluk oleh Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir.
Source: Republika December 28, 2017 02:03 UTC