PM Phuc mengatakan Trump sebaiknya “menilai situasi di Vietnam lebih objektif”. “Vietnam tidak menggunakan kebijakan nilai tukarnya untuk menciptakan keuntungan yang kompetitif di sektor dagang internasional,” ujarnya. AS telah memasukkan Vietnam dalam daftar negara yang diduga memanipulasi nilai tukar mata uangnya, karena Hanoi melaporkan surplus dalam hubungan dagangnya dengan Washington. Tidak hanya itu, AS curiga surplus neraca berjalan Vietnam besar dan banyaknya persepsi bank sentral setempat telah lama aktif membeli mata uang asing. Vietnam mengalami surplus dalam hubungan dagangnya dengan AS, yang menjadi salah satu pasar terbesarnya untuk produk ekspor.
Source: Republika October 26, 2020 17:11 UTC