JawaPos.com – Pemerintah memutuskan untuk memulai kembali pembelajaran tatap muka (PTM) pada Januari 2021 dengan adaptasi kebiasaan baru. Namun disamping sambutan positif, ada juga yang berpikir pembelajaran tatap muka ini berisiko. Terkait hal tersebut, Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Evy Mulyani menyampaikan, untuk operasional anak berangkat ke sekolah atau pulang ke rumah bisa dengan menggunakan jasa layanan antar jemput. “Implementasinya bisa berupa (jasa) antar jemput, bagi yang tidak bisa diantar jemput oleh orang tua wali, atau menjadikan seluruh armada transportasi umum di daerahnya mampu menerapkan protokol kesehatan,” ungkap dia kepada JawaPos.com, Minggu (29/11). “Dalam SKB juga diminta agar siswa langsung pulang ke rumah masing-masing tidak mampir ke tempat lain, untuk mencegah kerumunan dan pergerakan orang banyak,” pungkasnya.
Source: Jawa Pos November 29, 2020 03:17 UTC