“Di situ awan panas guguran pada aliran Besuk Kobokan itu meluncur hingga 11 kilometer. “Adapun area bukaan hingga selatan-tenggara itu merupakan daerah-daerah KRB (Kawasan Rawan Bencana) yang dulu merupakan daerah aliran awan panas guguran. Andiani mengatakan, ada sejumlah faktor yang memicu jarak luncuran guguran awan panas menjangkau hingga sejauh itu. Sehingga kami menyarankan agar warga masyarakat menghindari daerah-daerah yang merupakan daerah ancaman guguran awan panas,” kata Andiani. Kendati jarak luncuran awan panas guguran tidak sebesar erupsi saat 4 Desember 2021, ancamannya masih diwaspadai.
Source: Koran Tempo December 06, 2021 19:57 UTC