JawaPos.com – PT Pertamina (Persero) menjelaskan terkait kerugian yang dialami perusahaan. Seperti diketahui, pada semester-I tahun ini perseroan membukukan rugi sebesar USD 767,92 juta. Rugi kurang lebih USD 707 juta,” kata Direktur Keuangan Pertamina Emma Sri Martini dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan komisi VII DPR RI, Rabu (26/8). Sehingga menimbulkan kerugian kurs hingga 40 persen. Harga minyak mentah pada kuartal-II melemah hingga menyentuh angka USD 19-20 dibandingkan posisi Desember USD 63 per barel.
Source: Jawa Pos August 27, 2020 02:01 UTC