REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peneliti Politik LIPI, Firman Noor mengatakan, pengesahan kepengurusan PPP versi Djan Faridz oleh Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly, setelah ia mendeklarasikan dukungan Ahok akan memperburuk citra pemerintah. Kalau mensahkah kubu Djan Faridz kan berarti menjilat ludah sendiri," katanya kepada Republika.co.id, Senin (17/10). Bila Menkumham Yasonna mengambil cara itu, kubu Romahurmuzy (Romi), yang sudah terlebih dahulu disahkan Menkumham akan melawan. Selain itu, bila Menkumham mensahkan Djan, maka ini ongkos politiknya akan lebih besar, baik untuk Menkumham Yasonna sendiri atau pemerintahan Jokowi. "Defisit secara politik namanya, jika untuk soal pilgub Jokowi akan berseteru dengan kubu Romi yang setelah direstui tokoh-tokoh sepuh yang posisinya cenderung menguat di akar rumput," ujar Firman.
Source: Republika October 17, 2016 11:26 UTC