Informasi yang diterima Jokowi dari orang-orang sekitarnya kemungkinan besar menyalahkan manajemen BPJS Kesehatan atas defisit yang terjadi. “Dari informasi yang diterima Presiden, sudah kasih dana talangan Rp 4,9 triliun, itu bukan jumlah kecil, tapi masih kurang. Caranya, Menkes dan Dirut BPJS Kesehatan secara langsung menghadap Presiden untuk menjelaskan apa adanya tentang defisit keuangan BPJS Kesehatan sambil mengklarifikasi hal-hal yang mungkin tidak sampai ke telinga Presiden. Audit itu menemukan defisit mencapai hampir Rp 11 triliun, tetapi pemerintah hanya menggelontorkan Rp 4,9 triliun. Lagi pula, menurut Chazali, pernyataan Presiden soal dana talangan Rp 4,9 triliun memberi kesan bahwa pemerintah sudah maksimal membantu mengatasi defisit.
Source: Suara Pembaruan October 19, 2018 07:58 UTC