TEMPO.CO, Jakarta - Pejabat Palestina dan Israel kompak mengutarakan kekecewaan atas pengakuan Australia terhadap status Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel. Sampai kesepakatan tercapai, Australia akan menahan keputusan mengakui Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina. Namun kedua pihak Palestina dan Israel sama-sama kecewa dengan Australia. "Pengakuan Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel harus disertai pengakuan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina," kata Menlu Riyad al Maliki. Tokoh oposisi Bill Shorten menyatakan pengakuan atas Yerusalem sebagai kemunduran memalukan dari janji kampanye, dan menuduh Scott Morrison menempatkan kepentingan politik pribadi di atas kepentingan nasional Australia.
Source: Koran Tempo December 16, 2018 22:52 UTC