REPUBLIKA.CO.ID, PANAMA CITY -- Pemerintah Panama meluncurkan penyelidikan terhadap invasi AS ke negaranya pada 1989 yang menggulingkan Jenderal Manuel Noriega. Dilansir dari BBC, Rabu (20/7), sebuah komisi akan menentukan berapa banyak orang yang tewas selama operasi tersebut, dan mengidentifikasi mereka. Secara resmi, 514 prajurit Panama dan warga sipil tewas. Tidak bisa ada rekonsiliasi jika kebenaran tidak terungkap," ujar Wakil Presiden dan Menteri Luar Negeri Panama Isabel de Saint Malo. Dia dipenjara karena memerintahkan penghilangan para pembangkang saat ia berkuasa pada 1983-1989.
Source: Republika July 21, 2016 00:22 UTC