Langkah Trump merevisi surat perintah eksekutif itu pun tidak membantu persepsi yang telah terbangun sebelumnya tentang sosok Trump terhadap dunia Islam. Salah satu poin perubahannya adalah mengeluarkan Irak dari tujuh negara mayoritas Muslim, yang warga negaranya dibatasi masuk ke AS. Lebih lanjut, Dewi menilai, langkah Trump tersebut justru memberikan kesan target yang disasar Trump adalah Muslim, bukan untuk memerangi terorisme dan ekstrimisme. Saat ini, lanjut Dewi, dalam upaya untuk memerangi terorisme dan ekstrimisme, seluruh negara-negara di dunia harus saling bahu-membahu dan bekerja sama. Terkait prospek hubungan kerja sama antara Indonesia dengan AS, Dewi menilai, selama ini hubungan kerja sama tersebut sudah terjalin dengan baik.
Source: Republika March 24, 2017 20:26 UTC