TEMPO.CO, Jakarta - Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia diperkirakan akan terus melonjak seiring dengan berlangsungnya pandemi Covid-19. Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah mengatakan kenaikan utang di tengah pandemi tak terelakkan, mengingat besarnya kebutuhan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun aktivitas dunia usaha. Piter mengatakan pemerintah tak bisa langsung berharap penerimaan pajak akan pulih seketika, sehingga defisit masih akan lebar dan terus membutuhkan pembiayaan, termasuk yang bersumber dari ULN. “Demikian juga dengan swasta, terhentinya aktivitas ekonomi bukan berarti utang tambah turun,”Pendapatan usaha yang berkurang tak diimbangi dengan pengurangan beban pengeluaran, menyebabkan pelaku usaha swasta justru banyak bergantung kepada utang untuk tetap mempertahankan bisnisnya. “Pihak pemberi utang juga berusaha menyelamatkan debiturnya agar piutang mereka tetap lancar, antara lain dengan memberikan utang baru,” kata Piter.
Source: Koran Tempo July 21, 2020 02:03 UTC