Sanusi mengatakan, ketika itu Danu mengeluhkan kepada dia soal proyeknya yang belum dibayar Dinas Tata Air DKI. PT Wirabayu Pratama merupakan salah satu perusahaan rekanan Dinas Tata Air DKI. "Waktu saya jadi ketua komisi, Danu cerita belum dibayar, 'Bro gue enggak dibayar nih sama Tata Air'. Setelah Danu bersurat, Sanusi memanggil Kepala Dinas Tata Air DKI Teguh Hendarwan dan meminta penjelasan. Dia hanya meminta penjelasan mengenai alasan Dinas Tata Air DKI belum mau membayar.
Source: Kompas December 05, 2016 09:08 UTC