REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Situasi di Amerika Serikat (AS) setelah kemenangan Donald Trump dinilai masih mengkhawatirkan bagi kelompok-kelompok minoritas. Seperti dilansir The Huffington Post, para pemuka agama Kristen, Yahudi, dan Buddha menyuarakan komitmen bersama di Masjid Muhammad, Washington DC. Para tokoh menegaskan akan bahu-membahu dengan kaum Muslim di AS. FBI bahkan mencatat, tindak ujaran kebencian terhadap Muslim melonjak tajam hingga 67 persen pada 2015. Trump juga disebut-sebut hendak memilih Letnan Jenderal Michael Flynn sebagai penasihat keamanan.
Source: Republika November 21, 2016 00:30 UTC